Langsung ke konten utama

Imamku

 

Imamku Ternyata Temanku

Oleh :SRI UTAMI

Suasana Kampus hari itu begitu membuatku tidak nyaman, bising hilir mudik hiruk pikuk teman-teman yang membanjiri ruang perpustakaan yang bersebelahan dengan ruang kuliahku.Yaa.. mungkin karena sudah semester akhir banyak tugas mereka yang tertunda dan menumpuk.

Jam pertama mata kuliahku hari ini Bahasa Arab.Semua temanku juga terlihat sibuk dengan tugasnya yang belum terselesaikan.”uuuh…dosen kiler lagi yang datang” gerutu Hasnia yang duduk disampingku.Aku pun pura-pura tidak mendengarka ocehannya.

“Ulfa,tolongin dong? Mati aku,buku tugasku tertinggal dirumah,nih gara-gara ngantarkan adikku pergi Les.” Kata sahabatku kesal.Tanpa basa basi aku sodorkan buku tugasku ,langsung saja dia melahapnya dengan tulisan ala kadarnya yang penting mengarjakan tugas.

Memang dosenku matkul Bahasa Arab terkenal tidak disukai mahasiswanya selain judes,orangnya selalu on time,mahal senyum lagi.Tapi entah mengapa beliau sangat baik kepadaku,selalu murah senyum bahkan sering memberiku makanan favoritnya untukku.Ada apa gerangan?aku pun tidak tahu jawabnya.

Hasnia sahabat setiaku,pada suatu hari bawelnya kambuh” Ulfa, aku perhatikan bu dosen Leha selalu perhatian denganmu,awas lho,jangan-jangan kamu mau dijodohkan dengan adiknya,”Katanya santai sambil cengar-cengir.

“ Sssstt..,jangan keras-keras lihat tuh! Bu Leha menuju kemari” kataku sambil menutup mulut dengan kedua jariku.

“Assalamu Alaikum Bu Leha ?” sapa kami dengan hormat

“Wa alaikum salam “ Jawab Bu Leha dengan senyuman khasnya

“Ulfa,kok masih sepi kemana teman-temanmu,apa hari ini tidak ada matkul?

“ Ada kok bu,waktunya Psikologi Pendidikan,mungkin pak Hasan masih belum datang,itu teman-teman ngumpul di kantin”terangku kepada bu Leha

“Bisa nggak nanti sekitar pukul 16.30 menemuiku di lantai atas,ruang kerjaku” pintanya kepadaku

“Insya Allah bisa bu” Jawabku singkat.

Hasnia yang ada disampingku mendengarkannya dengan posisi mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun.Kulihat dari wajah dan sorot matanya penuh dengan kepenasaran tentang sikap bu Leha .

Setelah Bu Leha berlalu.Hasnia langsung ngomong apa yang dibenaknya dikeluarkan semuanya tanpa ada yang tersisa.

“Ulfa,mungkin dugaanku benar selama ini,Bu Leha ada sesuatu di balik kebaikannya padamu,kau pasti akan di jodohkan dengan adiknya dosen kiler itu” Kata Hasnia serius

“Sudahlah sahabatku yang manis,jangan kau gunakan pikiranmu untuk menebak teka-teki yang belum tentu jelas jawabannya”,jawabku sambil tersenyum

Setelah pertemuanku dengan Bu Leha sore itu, aku benar-benar bingung apa yang harus aku jawab.Sejujurnya aku butuh konsentrasi dengan kuliahku.Enam bulan lagi masa kuliahku akan berakhir,tentu  banyak tugas yang harus aku selesaikan sesuai dengan target.Sejak saat itu aku selalu menghindar bila berpapasan dengan dosen kiler itu.

Hasnia lagi-lagi merespon segala perubahan tingkah lakuku.Dengan bawelnya yang lucu,ia selalu mendesakku untuk bercerita tentang hasil pertemuanku dengan Bu Leha.

“Ulfa-Ulfa gitu aja kok bikin kamu setres.Andai aku yang di tawarin ,pasti aku terima itu cowok,haaaa….,” bualan Hasnia menghiburku.

Aku terdiam tak merespon kalimat yang di ucapkan sahabatku itu.Aku belum terpikir unruk berkenalan dengan seseorang apalagi jika berbicara masalah menikah di usia muda.Aku masih ingin berjuang mewujudkan cita-citaku.

“ Ulfa kau melamun ya ? kelihatannya serius amat.” Ucap Hasnia seakan bisa membaca pikiranku.

Wisuda tinggal menghitung hari,semua mahasiswa sangat sibuk mempersiapkan diri menyambut hari yang sangat istimewa ,menunggunya beberapa tahun penuh perjuangan dan doa. Tidak ketinggalan akupun demikian,mulai persiapan baju,Toga dan yang lainnya.Orangtuaku juga terlihat sangat sibuk mempersiapkan sebuah kejutan saat hari bahagia itu.

Pada hari yang telah ditentukan,acara wisuda terlihat sangat semarak penuh kebahagiaan.Calon para sarjana terlihat mempesona dengan toga kebesaran.Para orang tua wali juga terlihat berwajah sumringah bahagia.Mereka menjadikan moment ini besejarah penuh kenangan,berfoto-foto ria sebelum acara spektakuler itu belangsung.Agenda istimewa yang sangat di tunggu oleh semua orang,mahasiswa,orangtua wali dan dosen.

Upacara resmi berjalan khidmat,suasana tangis bahagia mewarnai prosesi pengukuhan para wisudawan. Bahagia karena telah berhasil meraih gelar “ sarjana “,disisi lain menangis terharu karena akan berpisah dengan sahabat seperjuangan.

Alhamdulillah acara wisuda telah usai dengan lancar.Semua orang yang hadir mengucapkan selamat kepada para sarjana.Tanpa kusadari ada seorang pemuda berpakaian rapi bersepatu menghampiriku dan mengucapkan salam.

“Assalamu Alaikum,selamat ya,atas pridikat kehormatan yang kamu terima hari ini, seorang sarjana.” Ucapnya sambil tersenyum menawan

“Wa Alaikum salam,terimakasih”, jawabku singkat

Tiba-tiba orangtuaku memberi tahu, mereka akan pulang duluan .Waduh pemuda asing itu kok masih berdiri mematung menyaksikan percakapan kami bertiga.Senyumannya kepada orangtuaku seakan mereka sudah saling mengenal.

Sebagian temanku ada  yang melanjutkan foto-fotonya  tadi yang sempat tertunda.Para dosen pun terlihat sibuk berkemas.Bu Leha berlari mendekatiku.

“ Oh ya Ulfa,kamu masih ingat gak dengan Ahmad,’Kata bu Leha sambil menunjuk pemuda yang sejak tadi berdiri mematung didepanku.

‘ Maaf bu,saya kok lupa-lupa ingat ya,sepertinya pernah tahu,tapi dimana ya bu.”jawabku kepada Bu Leha

“ Masih sih,lupa dengan cowok cakep ini,inikan keponakanku “ ledek Bu Leha

“Aku dulu temanmu waktu SMA ,tapi lain jurusan.”terang orang itu dengan senyuman manis

“ O,gitu….” Jawabku singkat

Setelah pertemuan tak terduga itu,Entah mengapa Ahmad selalu perhatian dengan keluargaku.Ia sering menanyakan kabar orangtuaku. Akupun juga tidak selalu merespon basa-basinya,yang ku tahu ia adalah temanku waktu SMA tak lebih dari itu.

Pada suatu pagi,ada sebuah mobil biru memasuki pekarangan rumah.Setelah saya lihat dari jendela dapur.”Waduh,ada apa ini? Kok Ahmad kesini bersama dengan kedua orangtuanya,nampak Bu Leha ikut serta?.” Tanyaku dalam hati

Singkat cerita mereka datang untuk memintaku supaya bersedia menjadi menantunya.Sungguh shok seketika mendengarnya.Apa kira mereka ,bahwa pernikahan sebuah lelucon dan sandiwara ? mana mungkin aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai.”sungguh menyesakkan dada,” tangisku dalam hati.

Orang tuaku selalu meyakinkanku agar mau menerima lamaran itu. Calon imamku orang baik,dari keluarga yang agamis.Cinta bisa timbul sewaktu-waktu jika sudah menikah.Sebagai tanda baktiku kepada kedua orangtua,akhirnya ku terpaksa menuruti segala perintahnya.

Hari pernikahan pun telah disepakati kedua belah pihak,tinggal menunggu hari saja.Setiap hari aku menyendiri mohon solusi yang terbaik hanya kepada Allah.Entah mengapa tidak ada rasa bahagia sedikit pun dalam hatiku.Apapun yang terjadi nanti kuserahkan kepada-Nya.

Selama setahun , aku hidup berumah tangga tanpa ada rasa cinta ,adanya hanya hampa.Mengapa rasa cintaku belum muncul terhadap suamiku yang selalu menyayangiku? Ia selalu menjagaku serta membimbingku untuk selalu tekun beribadah.

Alhamdulillah..dengan niat ikhlas dan tulus mengharap ridha dari Allah.Rumah tanggaku yang semula terbangun tanpa ada rasa cinta sedikit pun.Kini telah menjadi keluarga yang penuh dengan cinta.Ternyata benar apa kata orang tuaku.Segala persoalan jika diserahkan kepada Allah , pasti hasilnya sangat manis.Jodoh datang dengan tiba-tiba,merupakan rahasia Allah Swt.Semoga suamiku menjadi imamku yang bisa membawaku ke surga.Aamiin

 

 

 

 

Komentar

  1. Maa Syaa Alloh cerita yang sangat indah...

    Hampir sama dg ceritaku perjodohan tapi kandas sebab satu dan lain hal...hany kuat 17 th akhirnya Alloh memberi jalan terbaik buat kami berdua dan selanjutnya Alloh beri suami yang terbaik buatku hehe...

    BalasHapus
  2. Kisahnya sederhana namun penuh makna dan nilai.Nilai kepasrahan dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita atas ketaatan kepada Nya . Sebagai masukan... stressing tokoh sang Suami dan kekuatannya harus lebih banyak ditampilkan agar kebenaran jodoh itu semakin meyakinkan kita bahwa Allah atur jodoh sesuai dengan kemampuan kita menjaganya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKG PAI Kec Ngantru

  #KankemenagKabupatenTulungagung Hadir Sebagai Inspirasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam ( KKG PAI ) Kec. Ngantru Memperingati HUT RI Ke 78 .     Dalam rangka meningkatkan sikap nasionalis dan kebangsaan,kami KKG PAI Kec.Ngantru,setiap tahun selalu ikut ambil peran serta partisipasi dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.Diantara ikut serta kami salah satunya mengadakan lomba di bidang PAI.Dalam perlombaan di bidang PAI terdapat beberapa macam  yaitu 1.       Pidato 2.       MTQ ( Musabaqah tilawatil Qur’an ) 3.       MHQ ( Musabaqah Hifdzil Qur’an ) 4.       Cerdas cermat maple PAI 5.       Khot ( menulis indah ) surat pendek 6.       Adzan 7.       Shalawatan Semua  jenis perlombaan ini di ikuti oleh seluruh Lembaga /Sekolah...

#KankemenagKabupatenTulungagung

#KankemenagKabupatenTulungagung   Hadir Sebagai Inspirasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam ( KKGPAI ) Kec.Ngantru WORKSHOP SOSIALISASI PENGELOLAAN KINERJA PADA PLAFORM MERDEKA MENGAJAR ( PMM )   Perkembangan dan kemajuan zaman yang terus bergerak cepat, mau tidak mau kita harus siap menerimanya. Sebagai pelaku pendidikan yang menjadi penggerak jalannya pembelajaran, guru dituntut mampu beradaptasi dengan segala kecanggihan teknologi masa kini media pembelajaran digital semakin menjadi pilihan yang sangat baik untuk mendukung tetap terselenggaranya pembelajaran. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam ( KKGPAI ) pun   harus   bisa adaptasi dengan keadaan yang sedang berkembang saat ini, Bahasa kerennya hal-hal yang sedang viral dan booming. Bahkan ada yang mengatakan saat ini telah datang zaman KOTAK AJAIB. Mengapa demikian, karena kotak Ajaib itu telah mampu mengubah kehidupan dan perilaku manusia masa kini. Apalagi berbicara masalah  pr...

Batik Kehidupan

  DIARY DAN BATIK HIDUPKU Oleh: SRI UTAMI “ Hidup memang tidaklah mudah,oleh karenanya kejar dan carilah pengetahuan untuk mempermudah kehidupan”( quotes-uut) “ Sebuah hasil tiadak akan pernah mengingkari apapun prosesnya”( quotes-uut ) Tidak ada seorang pun hidup di dunia ini mulus tanpa terjalan yang menghadang.Allah sudah menganugerahi akal pikiran, agar manusia bisa merubah takdirnya.Aku adalah salah satunya manusia yang hidup penuh liku dan mengalami banyak kerikil yang menghadang.Yaa…aku sadari semua itu sudah tertulis sebelum aku di letakkan di dunia ini.Syukur Alhamdulillah,Allah memberikanku akal pikiran dan kejernihan hati. Buku Diary ini telah menjadi saksi keseharianku yang bergelut dengan berbagai corak warna kehidupan. Buku diary ini berjalan serasi dengan batik yang telah di sketsa oleh Tuhaku.Corak batik yang di buatNya sangat indah jika aku mampu melihatnya dengan nurani.Buku diary adalah buku harianku yang berisi tentang peristiwa yang senang dan sebalik...