Kemuliaan
ibu dalam Islam
Oleh:Sri
Utami
"Dan Kami
perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang, ibu-bapaknya;
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang terus semaki lemah, dan
menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu,
hanya kepada-Ku lah kembalimu". (QS.Luqman:14 )
------------
Agama Islam memandang ibu sebagai
sebuah poros dan sumber kehidupan. Dari seorang ibu, lahirlah sebuah kehidupan
yang akan meramaikan dunia.
Ibu adalah seorang
wanita yang berperan sebagai pelengkap dalam kehidupan rumah tangga antara
suami istri, ibu dengan anak, juga antara keluarga dan saudara serta
masyarakat. Ibu menjadi cermin baik dan tidaknya sebuah keluarga berjalan.
Seorang ibu yang baik dan sholehah tentu akan mengajarkan hal yang sama pada
anak anaknya serta mampu menjadi seorang yang menyenangkan dan berbakti pada
suaminya. Seorang ibu selalu dibutuhkan, selalu dirasa sebagai sesuatu yang
kurang jika tak terdapat sosoknya.
Dalam keseharian selalu kita dengar mengenai surga berada di bawah
telapak kaki ibu. Apakah maksud dari kalimat tersebut? tentu maksudnya ialah
seorang ibu merupakan sosok wanita mulia yang di dala ridhonya ada surga bagi
anak anaknya. Dalam kesempatan kali ini, penulis akan menguraikan mengenai 17
keutamaan menjadi ibu dalam islam, tentunya hal ini wajib dipahami oleh semua
umat muslim baik laki laki mapun wanita agar dalam kesehariannya mampu menjadi
ibu yang terbaik atau memperlakukan ibunya dengan cara yang terbaik.
Ketika
Al Quran hendak memberitakan kepada kita dalamnya cinta ibu kepada
anak-anaknya, dan besarnya kasih sayang dan kelembutannya kepada mereka, Seorang anak yang orang tuanya masih hidup tapi sedikit
amal baktinya, maka Islam menyebut anak tersebut termasuk golongan yang merugi.
Berbakti terhadap orang tua, terutama ibu , sangat besar
pahalanya di sisi Allah Ta'ala. Islam menempatkan ibu dalam derajat kemuliaan yang lebih besar daripada ayah.Begitulah yang ditetapkan
oleh Al-Qur'an dan disebutkan berulang kali di berbagai surah dalam Al-Qur'an.
Di antaranya sebagaimana tercantum dalam surah Luqman ayat 14 yang menyebutkan
bahwa seorang ibu mengalami tiga fase kepayahan,
mulai dari fase kehamilan , kemudian melahirkan , lalu
menyusui.Karena itu, ibu berhak mendapatkan kebaikan tiga kali
lebih besar dibandingkan ayah. Sebagaimana jawaban yang disampaikan
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam saat
ada salah seorang sahabat bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, kepada
siapakah seharusnya aku harus berbakti pertama kali?”. Nabi memberikan jawaban
dengan ucapan “Ibumu” sampai diulangi tiga kali, baru kemudian yang keempat
Nabi mengatakan “Ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibu sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik.Baina ahl al-Fiqh wa
ahl al-Hadits mengatakan, "Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang
menghembuskan nafas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan. Ia
sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik". Kemuliaan ibu
dalam pandangan Islam yaitu sebagai berikut,
Ø Mulia di Mata Allah
“Kami perintahkan kepada
manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya
dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya
sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa
dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15).
Keutamaan menjadi ibu
dalam islam yang pertama ialah sebagai sosok yang mulia dii mata Allah yang
telah diberi anugrah untuk mampu meneruskan keturunan dan mampu mengandung bayi
hingga melahirkan, itupun masih dipilih oleh Allah yakni tidak semua wanita
bisa mendapat keistimewaan tersebut. sebab itu menjadi seorang ibu wajib
bersyukur dan berbahagia apalagi juga terdapat keutamaan doa
seorang ibu yang mustajab.
Ø
Sosok
yang Kuat
Dan Kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun .
Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu.” (Qs. Luqman : 14).
Ibu juga diberi kekuatan
Allah untuk mampu tetap kuat dalam keadaan apapun ketka menganduung seorang
bayi, tentu bukanlah hal yang mudah sebab harus membawa seorang atau bahkan
kadang lebih dari satu berada dalam tubuhnya dan dibawa dalam berbagai aktifitas.
Tanpa kekuatan dari Allah hal itu tidak akan terjadi seperti keutamaan
Maryam sebagai ibu yang mulia
Ø
Wajib
Dihormati
“Seseorang datang kepada
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada
siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam
menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’
Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ ‘Ibumu!’ ‘Ibumu!,
‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari : 5971).
Jelas dari hadist
Rasulullah tersebut bermakna bahwa ibu adalah seorang yang wajib dihormati
bahka disebut hingga 3 kali baru menyebut ayah. Hal ini bukan dimaksud untuk
membedakan kasih sayang kepada ibu dan ayah namun lebih kepada keutamaan
menjadi ibu dalam islam yaitu seorang yang paling berjasa karena telah
melahirkan ke dunia ini dan telah melakukan amalan ibu hamil
menurut islam agar anaknya lahir dengan selamat.
Ø
Haram
untuk Disakiti
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka
kepada ibu-ibu kalian.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407).
Tidak diprkenankan berbuat durhaka kepada ibu sebab ibu adlah seseorang yang
telah banyak berkorban mulai dari mengandung, melahirkan, hingga senantiasa
mencurahkan kasih sayangnya semasa mendidik dan mengurus sampai anak tersebut
menjadi dewasa serta melakukan tugas ibu
rumah tangga dalam islam dengan penuh
keikhlasan.
Ø
Wajib
untuk Dibahagiakan
“Seseorang datang kepada
Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at
kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan
menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah
kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah
membuat keduanya menangis.” (Shahih
: HR. Abu Dawud (no. 2528).
Jelas dari hadist
tersebut bahwa membuat ibu bahagia lebih baik dari hal apapun, dalam melakukan
urusan apapun wajib meminta restu terhadap ibu terlebih dahulu atau setidaknya
memohon doa kebaikan darinya agar urusan tersebut berjalan dengan penuh berkah
serta terhindar dari azab anak
durhaka kepada ibunya.
Ø
Ridhonya
adalah ridho Allah
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia
berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung
murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2). Allah memberi ridho terhadap
suatu urusan jika ibunya memberi ridho pula akan hal tersebut, sebab itu restu
dari seorang ibu tak boleh diremehkan sebab menjadi sesuatu yang penting.
Ø
Doanya
mustajab
Ada tiga do’a yang dikabulkan
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a
kedua orang tua terhadap anaknya, …” (Hasan : HR. Al-Bukhari). Mohonlah doa kepada ibu di setiap urusan
sebab doa ibu adaah doa yang mustajab, dalam urusan apapun sebaiknya selalu
mengungkapkan pada beliau agar beliau turut mendoakan.
Ø
Banyak
Jalan pahala
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Apabila keduanya ingin menyapih
(sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak
ada dosa atas keduanya.” (QS. Al Baqarah : 233).
Keutamaan menjadi ibu dalam islam akan mendapat pahala bahkan ketika menyusui
dan mengurus anaknya.
Ø
Tak
boleh Mendapat Perlakuan Kasar
“Hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya
atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al
Isra : 23). Jelas dari hadist
tersebut tak boleh berbuat kasar pada ibu baik perkataan maupun tindakan.
Ø
Teladan
yang Mulia
“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang
yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam : 32). Ibu adalah sosok
yang teladan, ibu yang sholehah tentu tidak akan mengajarkan keburukan pada
anaknya dan selalu mengajarkan nilai nilai kebaikan seperti menjauhi sifat
sombong seperti Maryam kepada anaknya Nabi Isa.
Ø
Pembentuk
Generasi Cemerlang
Dengan adanya ibu yang
sholehah dan cerdas akan terbentuk generasi yang cerdas pula dimana memang
dalam keseharian sejak kecil anak selalu bersama ibu, apa yang diajarkan ibu
sejak kecil dan kebiasaan apa saja yang ditanamkan, hal itulah yang akan
menjadi ingatannya hingga ia dewasa. Sehingga harus mengajarkan kebaikan pada
anak.
Ø
Sosok
Penuh Kasih Sayang
Keutamaan menjadi ibu
dalam islam ialah diberi keistimewaan oleh Allah untuk memiliki rasa kasih
sayang yang lebih, ibu tentu selalu mau berkorban untuk anak yang disayanginya
hingga mengorbankan dirinya sendiri, seperti ibu rela lelah agar anaknya bisa
digendong dan tidak kelelahan, terkadang ibu pun rela tidak makan asal anaknya
mendapat makanan.
Ø
Terdekat
dengan Buah Hati
Karena berada bersama
sejak masa kecil, umumnya ibu menjadi sosok yang paling dekat dengan anaknya.
Hal tersebut kadang menjadikan sebuah ikatan batin atau firasat yang tepat satu
sama lain, ketika terjadi sesuatu dengan, ibu umumnya akan memilikii firasat
dalam hatinya, begitu juga sebaliknya ketika terjadi sesuatu dengan ibunya sang
anak pun merasa ada yang mengganjal.
Ø
Penerus
Keturunan
Jelas bahwa seorang
wanitalah yang mengandung dan melanjutkan keturunan, memang baik laki laki
ataupun wanita berperan dalam hal ini karena manusia tidak mungkin bisa
berkembang biak sendiri, tetapi sebagian besar yang memelihara dan merawat
hingga dewasa adalah seorang ibu yang selalu berada di sisi anaknya dan
mendampingi anaknya dalam keadaan apapun.
Ø
Memiliki
Segala Jenis Ilmu
Ibu tentu memiliki ilmu
segalanya, ilmu memasak, ilmu pelajara, ilmu tentang rumah, ilmu tentang
psikologi anak, hingga ilmu tentang keuangan, keutamaan menjadi ibu dalam islam
akan mengajarkan banyak hal dan menjadi jalan untuk seorang wanita mampu
menuntut ilmu sebanyak dan seluas luasnya sehingga nantinya mampu menjadi jalan
kebaikan pula untuk anaknya.
Ø
Jalan
Menuju Surga
Seorang ibu banyak
mendapat jalan surga dari Allah, selama mengandung, selama melahirkan, hingga
selama mengurus anak jika semua itu dilakukannya penuh cinta dan semata karena
Allah dengan menerima keseluruhan kodratnya sebagai wanita. Hal tersebut akan
menjadi jalan surga baginya karena ia harus melewati banyak rintangan yang
menguji kesabaraannya.
Ø
Pendidik
yang Terbaik
Keutamaan menjadi ibu dalam islam ialah mampu menjadi pendidik
yang terbaik, ibu yang sholeh dan cerdas akan menanamkan berbagai ilmu kebaikan
untuk anaknya sejak kecil sehingga anaknya pun tumbuh menjadi seseorang yang
cerdas dan hebat, ibu sellau berjuang apapun keadaan dirinya untuk bisa
memberikan yang terbaik untuk anaknya.
Teruntuk ibuku
tersayang,engkau tak bisa tergantikan oleh siapa pun.Kasihmu selamanya harum
mewangi hingga akhir nanti.Kemuliaanmu taka da yang meragukan.Kasuih sayangmu
taka da tandingan,doamu tak ada yang mampu meragukan.Ridho Allah terletak pada
kedua tanganmu ibu.Peluh keringatmu tak
kan bisa aku usap dengan kain sutra sekalipun.Tanganmu yang keriput kini,dulu
melingkar kokoh membentenge tubuhku yang mungil tak berdaya.
Ya.Ummi uhibuki,Aku tak
akan mampu membalas jasamu.Air matamu selalu tertumpah karena anakmu.Deritamu
lahir dan batin karena anakmu ini.Ibuku…hanya doa yang bis selalu ku hadiahkan
untukmu.Aku anakmu selslu egois mementingkan diri sendiri tanpa menaruh hati
kepadamu.Kesibukan yang membuat diriku lupa denganmu ,ibu maafkan anakmu
ini.Cintamu selalu ku minta sampai kapanpun.Surga Allah menjadi imabalan atas
semua pengorbananmu.
Komentar
Posting Komentar